Search
Currencies:
SMS TO :
081803148189 / 081803243288
BB PIN :
26F5DF03
Menyimpan Baju dan Aksesori dengan Rapi
BIAR koleksi Anda lebih terawat, cara penyimpanan perlu diperhatikan. Ini .....
 
About
Pondok Baju is an online fashion boutique selling a variety .....
 
Tips Menata Baju Di Lemari
Kesan pertama menentukan siapa Anda. Untuk memberikan kesan yang baik .....
200326
Rp.403.000,-
Rp.358.400,-
Seksi dengan Flare
RINGAN, jatuh, dan melambai. Kesan loose & slender tampak pada balutan busana yang serbalebar. Bila ingin tampak feminin dan fashionable, tak ada salahnya mencoba gaya busana sensual ini.
Gaya ini banyak diadopsi perancang besar dunia. Lihat saja pergelaran busana di pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan New York. Gaya flare sepertinya mendominasi gaun-gaun feminin. Namun tak hanya itu, flare juga diaplikasikan dalam aksen busana, seperti kerah, lengan, dan bawahan. Christian Lacroix misalnya. Dia menghadirkan gaya flare dalam nuansa vintage ala 1950-an. Motif polkadot di bahan berwarna hitam dengan aksen ruffles menambah kesan manis busana. Terlebih bila dipadukan dengan sepatu datar bertali. Gaya "Spanish Renaissance" memberikan sentuhan romantis pada gaun rancangan Lacroix. Menurutnya, aksen lipit dan busana penuh detail menjadi ciri khas tersendiri bila berpadu dengan flare. Busana warna klasik memang selalu menjadi primadona. Selain punya kekuatan magis yang menimbulkan rasa percaya diri bagi si pemakai, warna ini pun masih dijadikan sebagai rumusan tren dunia. Terlebih bila digabungkan dengan gaya flare yang menggoda. Contohnya Marni. Dia mengetengahkan gaya flare dalam busana minimalis serbasimpel. One tone color yang digunakan semakin memperkuat karakter busana, sedangkan aksen pita di bawah dada memberikan kesan manis serta feminin. Berbeda lagi dengan desainer Yohji Yamamoto. Meski juga mengusung tema serbalebar dengan warna hitam mendominasi, dia menambahkan siluet asimetris dalam koleksi ready-to-wear kali ini. Desainer asal Tokyo ini memang dikenal sebagai salah seorang desainer Asia yang sukses di dunia mode Eropa. Pasalnya, Yamamoto memiliki gaya tersendiri dengan rancangannya. Dia memiliki ciri khas berupa siluet oversize, drapery, warna-warna single tone, dan tidak terlalu banyak memadukan unsur warna. Rumah mode terkenal, Louis Vuitton, pun ternyata tak ingin kalah bersaing. Model flare tampil atraktif dengan nuansa lepas, simpel tanpa banyak detail, tetapi tetap sensual dan menggoda. Hal tersebut karena Vuitton menggunakan material yang ringan serta menenawang. Tak jauh berbeda, Elie Saab membuat rancangan sensual dengan potongan serbalebar, mini dress, dan aksen jaket penutup tubuh. Untuk rancangan gaunnya, dia menawarkan model-model halter dress, volume, kimono, dan potongan loose yang dilengkapi aksen pleats, frills pada bahan silk dan jacquard. Gaya flare yang lebih banyak bermain pada unsur material busana memang pantas jadi pilihan. Feminin dengan motif floral di atas kain ringan melayang, atau simpel dengan sentuhan one tone color?. Jangan takut berkreasi, gaya busana nan menawan ini pantas dikenakan siapa saja. Padukan saja bersama skinny jeans dan wedges. Anda pun akan tampil cantik memesona. 76gqRGJcQq
(Koran SI/Koran SI/tty)
Sumber: Okezone.com
 
 
Be the first to know!
Home
About Us
FAQ
How to Buy
News & Events
Articles
My Cart
My Account
My Wishlist
Testimonial
Contact Us
Sitemap
 
© 2008-2017 Pondok Baju. All rights reserved.